Pencanangan HUT & Pekan Bina Keluarga GPM; Jemaat Syaloom Tekankan Penguatan Keluarga Hadapi Krisis
AMBON,JemaatSyaloom, – Gereja Protestan Maluku (GPM) mencanangkan Pekan Bina Keluarga dalam rangka memperingati Hari Keluarga GPM secara serentak. Pencanangan tersebut turut pula dilakukan dalam Ibadah Jemaat GPM Syaloom Klasis Kota Ambon, Minggu (30/8/2026).
Lewat Refleksi firman, Pendeta Sandra Engko mengingatkan umat tentang pentingnya keluarga sebagai ruang utama pembentukan iman, karakter, dan ketahanan menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Menurutnya, peringatan Hari Keluarga GPM sekaligus menjadi momentum untuk kembali menyadari bahwa keluarga menghadapi berbagai tekanan dan tantangan, terutama yang turut dirasakan oleh anak-anak muda.
“Hari ini kita merayakan Hari Keluarga GPM. Ini mengingatkan kita betapa pentingnya keluarga, sekaligus menjadi momentum pencanangan Pekan Bina Keluarga,” demikian inti refleksi yang disampaikan.
Pendeta Sandra mengajak jemaat belajar dari sikap Rasul Paulus ketika mengingatkan jemaat di Efesus. Pesan Paulus, menurutnya, dapat menjadi doa dan kekuatan bagi keluarga-keluarga Kristen dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Keluarga, kata dia, perlu terus dibangun agar memiliki keteguhan iman dan tidak mudah terjebak dalam berbagai bentuk penyembahan terhadap “baal-baal” kehidupan modern—berbagai hal yang dapat menggeser Tuhan dari pusat kehidupan keluarga.
“Minggu ini kita belajar memahami kasih Tuhan bagi keluarga-keluarga GPM dalam menghadapi persoalan hidup,” menjadi salah satu penekanan dalam refleksi firman tersebut.
Surat Keluarga, Simbol Harapan dan Komitmen
Pencanangan Pekan Bina Keluarga GPM ditandai dengan sebuah akta pencanangan yang memiliki makna simbolis. Dalam prosesi tersebut disiapkan sebuah tabung yang berisi kertas kosong. Kertas-kertas tersebut merepresentasikan keluarga-keluarga GPM yang nantinya akan menuliskan surat keluarga.
Surat tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi catatan, tetapi menjadi media refleksi, penguatan, harapan, sekaligus komitmen setiap keluarga bagi perjalanan GPM.
Setiap keluarga akan menuliskan harapan dan komitmennya untuk GPM. Surat-surat tersebut selanjutnya akan dibaca pada puncak peringatan HUT GPM ke-91.
Dengan demikian, keluarga tidak hanya ditempatkan sebagai objek pelayanan gereja, tetapi menjadi bagian penting dalam menentukan arah dan masa depan persekutuan GPM.
Pekan Bina Keluarga Jangan Sekadar Formalitas
Pendeta Sandra juga berharap pelaksanaan Pekan Bina Keluarga benar-benar menjadi ruang pembinaan yang hidup di tengah keluarga-keluarga jemaat.
Momentum tersebut diharapkan dimanfaatkan setiap keluarga untuk membangun komunikasi, refleksi iman, dan pembinaan bersama, termasuk melalui kegiatan keluarga pada setiap pukul 20.00 WIT selama pekan pembinaan.
Ia menegaskan, Pekan Bina Keluarga tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam rangka menyambut HUT GPM. Sebaliknya, momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk mendidik, membina, dan memperkuat keluarga agar mampu menghadapi tekanan kehidupan sekaligus tetap menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan keluarga.
“Jangan sampai Pekan Bina Keluarga hanya menjadi formalitas untuk merayakan momentum HUT GPM. Pekan ini harus menjadi media untuk benar-benar mendidik dan membina keluarga,” pesan Pendeta Sandra.
Akta Pencanangan Pekan Bina Keluarga dilakukan Ketua Majelis Jemaat GPM Syaloom, Pendeta L.F. Samual, S.Th.
Prosesi ditandai dengan penyerahan tabung berisi kertas kosong sebagai media “Surat Keluarga GPM” kepada perwakilan keluarga jemaat. Penyerahan tersebut disaksikan umat Tuhan yang mengikuti Ibadah Minggu.
Melalui pencanangan ini, keluarga diharapkan kembali menjadi basis utama pembentukan kehidupan bergereja—tempat iman diwariskan, kasih dipraktikkan, persoalan dibicarakan, dan harapan bersama dibangun.
Pekan Bina Keluarga GPM pada akhirnya diharapkan tidak hanya berbicara tentang keluarga yang kuat secara sosial, tetapi juga keluarga yang berakar kuat dalam kasih dan kehendak Tuhan. (MS)
Berita Lainnya
Kategori Postingan
Kebahagiaan dalam Takut Tuhan
Setiap keluarga mengukur kebahagiaan dan memiliki ukuran kebahagiaan yang berbeda-beda. Ad...
Baca Selengkapnya